Kamis, 04 Juni 2015

PENINGKATAN KUALITAS GURU MELALUI PENILAIAN KINERJA GURU

Guru Sang Pahlawan Pendidikan
Opini, Bedah Nusantara.com: Guru  merupakan faktor internal yang memiliki pengaruh besar bagi keberlangsungan proses pendidikan. Guru  masih menjadi sosok yang diperlukan dalam dunia pendidikan, tidak mungkin sosok guru dapat digantikan dengan apapun termasuk kehadiran teknologi. Walaupun peran guru masih sangat dibutuhkan, guru  bukan hanya berperan sebagai penyampai informasi saja tapi lebih pada peran guru sebagai agen perubahan (agent of change). Perubahan yang dimaksud tentu saja mencakup dimensi yang luas baik berkaitan dengan tingkat kempuan berpikir siswa maupun sikap hidup mereka. Dalam hal seperti ini guru sebagai bagian penting dari proses pendidikan memiliki peran dalam proses pembudayaan. Untuk itu penanganan pendidikan yang dilakukan guru memerlukan sikap profesional.

 Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran
penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.  Pemerintah dan masyarakat memiliki harapan besar terhadap guru. Guru diakui sebagai salah satu bidang profesi yang mulai dilirik orang. Banyak harapan tergantung  di pundak guru. Guru diharapkan menjadi seorang profesional  dan memiliki kompetensi. Berdasarkan Permendiknas   No. 16  Tahun 2007  bahwa setiap guru harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.  Keempat kompetensi hanya dapat dicapai dengan kemamuan guru yang tinggi. Tanpa kemamuan yang tinggi jangan harap kompetensi akan diraih.

            Dalam perkembangannya saat ini guru dapat dikategorikan sebagai profesi yang mulai dilirik banyak orang. Kenapa demikian?  Dulu guru dikenal sebagai profesi yang tidak dipandang karena dilihat dari tingkat kesejahteraan guru yang belum memadai. Tapi saat ini pemerintah memberikan perhatian yang luar biasa kepada guru. Perhatian tersebut diberikan melalui proses sertifikasi. Sertifikasi merupakan bentuk penghargaan  agar guru memiliki kompetensi.  Guru bersertifikasi berarti guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Guru tersebut biasanya sudah melewati tahap kegiatan seperti portofolio dan kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).

            Harapan pemerintah kepada guru bersertifikasi tentu saja peningkatan kualitas guru dan sikap profesional guru. Guru sekarang ini bukan lagi guru yang hanya bersikap pasif. Guru masa kini adalah guru yang mampu menyesuaikan dengan zaman namun tetap sebagai pendidik yang memiliki integritas sebagai pendidik. Guru harus mampu menghadapi perubahan sekecil apapun perubahan itu. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa dan negara,  sebagian besar ditentukan oleh guru.

Namun kenyataannya, beberapa berita di berbagai media cetak memberitakan fakta tantang guru pasca sertifikasi.  Hampir sebagian besar  pendapat tersebut bernada miring tentang guru. Guru dianggap tidak lebih baik dari sebelum sertifikasi. Kualitas guru rendah padahal sudah sertifikasi. Sertifikasi bukan jaminan kualitas guru menjadi lebih baik, dan pendapat senada lainnya yang memojokkan guru seperti itu.

Sebagai guru yang merasa sudah berusaha profesional, tentu saja kita akan merasa tersinggung dengan pendapat-pendapat seperti itu. Usaha kita merasa tidak dihargai. Kita sudah berusaha mengembangkan kompetensi dengan mengikuti kegiatan pengembangan diri. Pengembangan diri guru dilaksanakan baik karena kesadaran yang tinggi untuk terus memacu diri dengan berbagai kegiatan seperti melanjutkan pendidikan, belajar sendiri, banyak membaca, mengikuti pendidikan informal, dan lain-lain. Pengembangan diri juga dilakukan oleh pemerintah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kompetensi guru.

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang yang guru profesional. Banyak faktor yang yang menjadi syarat pendidik dikatakan profesional. Dalam PERMENDIKNAS NO.16 Tahun 2007  seorang guru yang profesional  harus menguasai materi ,struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yg mendukung mata pelajaran yg diampu, Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yg diampu, mengembangkan materi pelajaran yg diampu secara kreatif, mengembangkan kepropesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif dan memanfaatkan teknologi informasi dan komuniasi utk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

Guru  yang profesional  diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki  jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Memang tuntutan tersebut sangat ideal, namun kita sebagai guru tentu saja harus siap menghadapi tantangan itu. Kita tidak mau dikatakan sebagai guru yang tidak memiliki kompetensi. Oleh sebab itu,  profesi guru perlu dikembangkan secara  terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka  diperlukan  Penilaian Kinerja Guru  (PK GURU) yang  menjamin terjadinya proses pembelajaran.

Menghadapi semua itu seorang guru tentu saja harus memiliki sikap dalam menjawab tantangan dan harapan pemerintah agar guru menjadi pendidik profesional. Kita harus menjawab tantangan itu dengan sikap  profesional pula. Hanya saja muncul pertanyaan berkaitan dengan hal di atas adalah : 1. Siapkah guru memiliki sikap profesioanl dan memiliki kompetensi?.2. Siapkah guru dengan penilaian secara komprehensif melalui penilaian kinerja guru?. 3. Apa yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan kinerja guru?

Salah satu pendapat yang  dikatakan oleh Mohamad Surya adalah : Mulai Abad 21 perkembangan pendidikan terjadi sangat pesat. Perkembangan meliputi berbagai bidang. Pendidikan mulai tahun 2010 sampai dengan saat ini, mengalami perubahan cepat sehingga pendidikan yang mengglobal merupakan keharusan bagi semua pihak. Dengan tantangan itu, paradigma pendidikan masa kini adalah pendidikan yang berbasis berpikir dan bertindak lokal dan global sekaligus. “Semua itu akan menuntut semua pihak terkait untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan yang berkembang dalam berbagai unsur pendidikan, seperti kebijakan pendidkan, asas pedagogis, kurikulum, guru, dan kepemimpinan. “Secara khusus menuntut adaptasi dalam pendidikan guru di masa depan, yakni menghasilkan guru dengan kompetensi paripurna yang mampu beradaptasi dengan tuntutan global, termasuk kemampuan berpikir dan bertindak lokal sekaligus global,”

Saat ini guru harus siap dengan perubahan, sekecil apapun perubahan itu. Mulai dari perubahan kurikulum, perubahan cara berpikir, perubahan zaman, perubahan pembelajaran. Kita sebagai pendidik  harus siap menghadapi perubahan tersebut.

Yang dikatakan profesional adalah orang yang memiliki sikap-sikap yang berbeda dengan orang yang tidak profesional meskipun dalam pekerjaan yang sama. Tidak jarang  pula orang yang berlatar belakang pendidikan sama dan bekerja pada tempat yang sama menampilkan kinerja profesional yang berbeda, serta berbeda pula pengakuan masyarakat kepada mereka. Profesionalisme berarti sifat yang ditampilkan dalam perbuatan, bukan yang dikemas dalam kata-kata yang diklaim oleh pelaku secara individual. Jadi profesionalisme  berarti suatu komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya.

Melakukan sesuatu secara profesional berarti menunjuk bahwa aktivitas seseorang itu mengikuti aturan-aturan khusus, tertulis maupun tidak tertulis mengenai perilaku, pakaian, cara bicara dan lain-lain.

guru harus memiliki 10 kemampuan (kompetensi), 1) Mengembangkan kepribadian, (2) Menguasai landasan kependidikan, (3) Menguasai bahan pengajaran, (4) Menyusun program pengajaran, (5) Melaksanakan program pengajaran, (6) Menilai hasil dan proses belajar-mengajar, (7) Menyelenggarakan program bimbingan. (8) Menyelenggarakan administrasi sekolah. (9) Kerjasama dengan sejawat dan masyarakat. (10) Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.

Tantangan baru yang muncul kemudian dalam rangka pelaksanaan tugas keprofesionalan seorang guru atau pendidik adalah tantangan normatif berupa sertifikasi guru sebagai jaminan lulus uji kompetensi sebagai guru profesional. Meskipun di dalamnya ada harapan baru berkaitan dengan tingkat kesejahteraan guru, tetapi sekaligus menjadi buah kecemasan dan penantian yang belum pasti bagi pendidik atau guru.

Untuk menjawab semua tantangan yang di hadapi satu cara yang dapat di lakukan adalah Penilaian Kinerja Guru.  Pendapat yang mengatakan guru tidak mengalami perubahan setelah sertifikasi bisa saja terjadi . Namun hal tersebut tidak bisa kita generalisasikan dengan mengatakan semua guru tidak memiliki kualitas. Tuduhan tersebut tentu saja  tidak mendidik. Namun demikian kita harus berlapang dada untuk menjadikan pendapat itu sebagai kritik yang membangun. Sehingga guru bergerak untuk memacu diri meningkatkan kompetensinya.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk peningkatan kompetensi guru baik melalui pelatihan maupun informasi-informasi yang disampaikan. Tapi tampaknya upaya tersebut belum banyak memberi hasil sesuai dengan harapan pemerintah. Upaya lain sebagai solusi yang dilakukan pemerintah adalah melalui peningkatan kompetensi guru melalui penilaian kinerja guru.

Penguasaan kompetensi dan penerapan pengetahuan serta ketrampilan guru, sangat menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran  atau  pembimbingan  peserta didik,  dan  pelaksanaan tugas tambahan  yang relevan bagi sekolah/madrasah, khususnya bagi guru dengan tugas tambahan tersebut. Sistem PKG ( Penilaian Kinerja Guru ) adalah sistem penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi  kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan dalam unjuk kerjanya. Untuk menilai kemampuan  guru  dalam menerapkan  semua kompetensi  dan keterampilan yang diperlukan  pada  proses pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas  tambahan  yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

 Dengan demikian, profil kinerja guru  sebagai gambaran  kekuatan dan kelemahan guru  akan  teridentifikasi  dan  dimaknai sebagai analisis kebutuhan atau audit keterampilan untuk setiap guru,  yang dapat dipergunakan  sebagai basis untuk merencanakan PKB ( Penilaian Kinerja Berkalanjutan ) Untuk menghitung angka kredit yang diperoleh guru atas kinerja  pembelajaran, pembimbingan, atau  pelaksanaan tugas  tambahan  yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah  yang dilakukannya pada tahun tersebut. Kegiatan penilaian kinerja dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari proses pengembangan karir dan promosi guru untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsionalnya.

Dengan demikian Hasil  PK GURU  diharapkan  dapat  bermanfaat  untuk menentukan  berbagai  kebijakan yang terkait dengan peningkatan mutu  dan  kinerja guru sebagai ujung tombak pelaksanaan proses pendidikan dalam menciptakan  insan yang cerdas, komprehensif, dan berdaya saing tinggi.  PK GURU merupakan acuan bagi sekolah/madrasah untuk menetapkan pengembangan karir dan promosi guru. Bagi guru, PK GURU merupakan pedoman  untuk mengetahui unsur-unsur kinerja yang  dinilai  dan merupakan  sarana untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan  individu  dalam rangka memperbaiki kualitas kinerjanya.  PK GURU  dilakukan terhadap  kompetensi  guru  sesuai dengan tugas  pembelajaran, pembimbingan, atau  tugas  tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

Khusus untuk kegiatan pembelajaran atau pembimbingan, kompetensi yang dijadikan dasar untuk penilaian kinerja guru adalah  kompetensi  paedagogik, profesional, sosial dan kepribadian,  sebagaimana ditetapkan  dalam  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 16 Tahun 2007. Keempat kompetensi ini telah  dijabarkan menjadi kompetensi guru yang harus dapat ditunjukkan dan diamati dalam berbagai kegiatan, tindakan  dan sikap  guru  dalam melaksanakan pembelajaran  atau pembimbingan. Sementara  itu, untuk tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, penilaian kinerjanya dilakukan berdasarkan kompetensi tertentu sesuai dengan tugas tambahan  yang dibebankan  tersebut  (misalnya;  sebagai kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah,  pengelola perpustakaan, dan  sebagainya  sesuai dengan aturan yang berlaku.

Profesi guru perlu dikembangkan secara  terus menerus dan proporsional menurut jabatan fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka  diperlukan  Penilaian Kinerja Guru  (PK GURU) yang  menjamin terjadinya proses pembelajaran.

Pelaksanaan PK GURU dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya PK GURU dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional,  karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang  bermutu. Menemukan secara tepat  tentang kegiatan  guru di dalam kelas,  dan membantu mereka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya,  akan  memberikan kontribusi  secara  langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran  yang dilakukan, sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai  tenaga  profesional.
Oleh karena itu, untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di bidangnya dan  sebagai  penghargaan atas prestasi kerjanya, maka  PK GURU  harus dilakukan terhadap guru  di semua satuan pendidikan  formal  yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dengan demikian diharapkan dari Hasil PK GURU dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai  input  dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Hasil PK GURU  juga merupakan  dasar  penetapan perolehan  angka kredit  guru  dalam rangka pengembangan karir guru sebagaimana diharapkan.  Jika semua ini dapat dilaksanakan dengan baik dan obyektif, maka cita-cita pemerintah untuk menghasilkan ”insan yang cerdas komprehensif dan berdaya saing tinggi” lebih cepat direalisasikan.

Pada prinsipnya apabila kita sudah menjadi  guru profesional dengan menjunjung profesionalitas maka apa yang direncanakan pemerintah tidaklah menjadi kesulitan. Dalam hal ini Penilaian Kinerja Guru merupakan solusi untuk meningkatkan kualitas pendidik agar menjadi guru yang memiliki kompetensi baik kompetensi professional, paedagogik, sosial, dan kepribadian.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan tentu saja harus siap menghadapi perubahan sekecil apapun perubahan tersebut. Saat ini pendidikan mengalami perubahan cepat sehingga memungkinkan perubahan yang mengglobal. Sebagai praktisi pendidikan kita memang harus siap menghadapi perubahan. Kita harus siap menghadapi tantangan itu karena  paradigma pendidikan masa kini adalah pendidikan yang berbasis berpikir dan bertindak lokal dan global sekaligus.Guru atau pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”.

Guru sebagai salah satu profesi memberikan tantangan tersendiri bagi guru untuk bekerja secara profesional. Hal tersebut dapat ditunjukkan melalui sikap profesional guru yang meliputi menyesuaikan pendidikan sehingga memiliki kemampuan dalam materi ajar. Guru juga harus memiliki landasan pendidikan agar memiliki kemampuan paedagogik sehingga mampu menghadapi anak didik secara dewasa. Guru Guru harus memiliki kemampuan merencanakan, melaksanakan program pengajaran, dan menilai proses pembelajaran sehingga guru mendapatkan hasil perkembangan pembelajaran. Tentu saja guru pun bukan hanya berperan dalam bidang administrasi sekolah tapi juga melakukan bimbingan dan  mampu berinteraksi dengan rekan-rekan sejawat serta masyarakat. Satu hal lagi yang menunjukkan sikap profesional adalah melakukan pengembangan diri dengan selalu melakukan penelitian sederhana, misalnya dalam proses pembelajaran.

PK GURU  adalah  penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan pengetahuan, penerapan pengetahuan dan keterampilan, sebagai kompetensi  yang dibutuhkan. Penguasaan kompetensi dan penerapan pengetahuan serta keterampilan guru, sangat menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran  atau  pembimbingan  peserta didik,  dan  pelaksanaan tugas  tambahan  yang relevan bagi sekolah/madrasah, khususnya bagi guru dengan tugas tambahan tersebut. Sistem PK GURU adalah sistem penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi  kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan dalam unjuk kerjanya.
Siapapun guru dan dimana pun kita berada tentu akan selalu siap untuk menjadi guru profesional. Guru profesional pastinya akan menjunjung profesionalitas sehingga apa yang direncanakan pemerintah melalui penilaian kinerja guru bukan suatu hal yang menyulitkan. Dalam hal ini Penilaian Kinerja Guru merupakan solusi untuk meningkatkan kualitas pendidik agar menjadi guru yang memiliki kompetensi baik kompetensi professional, paedagogik, sosila, dan kepribadian.
(Oleh  E. Laturiuw)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: PENINGKATAN KUALITAS GURU MELALUI PENILAIAN KINERJA GURU Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar