Selasa, 23 Mei 2017

Koruptor Menang Proyek Negara, Pemberantas Korupsi "DIAM"

Koruptor Menang Proyek Negera, Pemberantas Korupsi "DIAM"
Ambon, Bedah Nusantara.com: Belum habis Persoalan diloloskannya, Kontraktor berstatus tersangka Korupsi pada proses lelang dan tender proyek Negara pada Balai Jalan dan Jembatan (BPJN) Wilayah IX Maluku-Maluku, ternyata memasuki babakan baru.

Tak tanggung-tanggung, Ketua Pokja Wilayah 3 BPJN Wilayah Maluku-Malut, Franky Leatemia telah memenangkan dua paket Proyek Negara kepada perusahan yang sama yaitu PT. Dian Mosesa yakni proyek jalan larat -lamdesar dan adaud - kandar.

"Persoalan masih lolosnya Grup Kontraktor bermasalah, Abdul kohir dan Aseng dalam beberapa proyek milik BPJN IX Maluku-Malut, bahkan kontraktor bermasalah dan berstatus tersangka ini masih bisa dengan leluasa memenangkan proyek di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). lewat campur tangan Franky Leatemia". Demikian penjelasan Monthy Christian kepada media ini Selasa (23/5) di Ambon.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh ketua Pokja Wilayah 3 adalah Franky Leatemia, dan dengan meloloskan para kontraktor bermasalah, dan berstatus tersangka, maka semakin jelaslah bahwa tindakan ini sungguh telah diseting dengan baik oleh mereka, baik Kepala BPJN Wilayah IX Maluku-Malut, Maupun Ketua Satker, Ketua Pokja Wilayah 3, dan panitia lelang.

" mereka semua yang ada dalam satu sistem dengan Franky Leatemia selaku ketua Pokja Wilayah 3, mestinya sesegera mungkin ditahan dan diproses hukum". Jelas Chiristian

Oleh sebab itu ketika kali ini PT.Dian Mosesa bisa memenangkan dua proyek Negara sekaligus, dan itu lewat Franky Leatemia, maka tidak tertutup kemungkinan bahwa proses pemenangan ini juga berbauh Korupsi dan sarat dengan Indikasi KKN.

" apakah tidak ada peserta lain yang ikut dalam lelang Proyek Negara tersebut, sehingga menyebabkan PT.Dian Mosesa dapat dengan mudah memenangkan dua kegitan sekaligus, saya rasa ini perlu ditindak lanjuti oleh pihak yang berkewenangan, sehingga kasus korupsi di tubuh BPJN Wilayah IX Maluku-Malut tidak semakin menjadi-jadi", terang Christian.

Christian mempertanyakan kinerja Kejaksaan dan DPRD Provinsi Maluku dalam menyikapi hal ini,apakah akan dibiarkan saja?

" saya meminta dengan tegas Komisi C DPRD Provinsi Maluku, harus mengambil langkah atas persoalan ini, sebab ini adalah tindakan korupsi dan bukan tindakan pidana biasa seperti kekerasan atau  pemukulan, akan tetapi apa yang telah dilakukan oleh Franky Leatemia ini, sangat jelas-jelas merugikan Negara, sehingga pertanyaannya adalah, apakah pihak terkait seperti Kejaksaan Tinggi Maluku dan DPRD Maluku akan diam saja?", tanyanya.

Dia menyatakan, jika DPRD dan Kejati Maluku tidak mengambil langkah dan Reskrim Sus Polda Maluku tidak mengambil langkah juga, maka tidak perlu lagi ada lembaga-lembaga ini.

" banyak lembaga Negara yang dibentuk demi menindak dan memberantas tindak pidana Korupsi, Baik kepolisian,Kejaksaan, dan bahkan KPK juga dibentuk. akan tetapi hingga saat ini kasus ini masih tetap berjalan dengan aman dan nyaman seolah tidak ada pihak yang mau peduli, lantas dimana kinerja para penegak hukum, jika slogan dan semboyan hanya akan menjadi pemanis dan pelipur lara dari Rakyat Indonesia dan Maluku, akan tetapi tindakan terhadap para penjahat dan pencuri uang Negara tidak dibasmi!", Tegasnya (BN-08)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Koruptor Menang Proyek Negara, Pemberantas Korupsi "DIAM" Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar