Rabu, 14 Juni 2017

Kepsek Berperilaku Layaknya Preman, Dewan Guru Minta Kepsek SD N.2 Hatiwe Besar Diganti

Laporan Pengaduan Dewan Guru SD Negeri 2 Hatiwe Besar
Ambon, Bedah Nusantara.com: Pemimpin adalah seorang panutan dan contoh bagi para bawahan yang dipimpinnya, akan tetapi apakah jadinya suatu lembaga jika yang memimpin lembaga tersebut ternyata memiliki karakter layaknya Preman dan seorang yang tidak beretika.

Hal inilah yang menjadi gambaran kecil dari sikap dan perilaku Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Hatiwe Besar Ny. Helena Uruilal,S.Pd.

Sepak terjang Kepsek yang satu ini bukan hanya menjadi keresahan kepada masyarakat sekolah,akan tetapi juga terhadap para dewan guru,Pegawai dan tenaga Honorer di sekolah tersebut. berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh media ini, yang bersangkutan (kepsek red) sering kali melakukan tindakan tidak terpuji dan penindasan serta intimidasi kepada para semua warga sekolah.

" kami yang bertanda tangan dibawah ini segenap dewan guru,pegawai,tenaga honorer serta unsur komite dari SD Negeri 2 Hatiwe Besar,dengan ini kami mengajukan pengaduan intimidasi dan hidup dibawah kekerasan dari kepala sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar yang meresahkan dan menyebabkan ketidak nyamanan bagi kami dalam melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai Guru, pegawai, maupun tenaga honorer",demikian kutipan singkat dari surat laporan pengaduan yang dilayangkan kepada kepala dinas pendidikan kota Ambon tertanggal 05 Juni 2017.

Adapun laporan tersebut menerangkan bahwa, sebagai kepala sekolah SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny. Helena Uruilal,S.Pd, tidak memiliki kecakapan sebagai seorang pemimpin, hal ini dibuktikan dengan perilaku yang tidak menyenangkan terhdap para warga sekolah contohnya; sering mengeluarkan ungkapan sumpah serapah,kata-kata makian, dan sikap pemarah yang tidak pada tempatnya, sehingga menjadi keresahan kepada seluruh warga sekolah.

Selain itu yang bersangkutan (Ny.Helena Uruilal,S.Pd. red) tidak segan-segan melakukan tindakan kekerasan terhadap para Guru, Pegawai dan Tenaga Honorer dengan cara ditampar, dipukul,baik menggunakan tangan kosong atau bahkan dengan alat (sepatu dan sendal) yang mengakibatkan luka memar atau bahkan berdarah bagi para korban kekerasan dari Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar ini.

" sungguh tindakan yang tidak pantas dan tidak layak dilakukan oleh seorang pemimpin, hal ini dibuktikan dengan peristiwa pemukulan kepada salah sseorang Guru bernama Ny. Yolanda Elwuar yang dipukuli oleh Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny.Helena Uruilal,S.Pd didepan umum (kantor dinas pendidikan)", demikian kutikan surat dari surat laporan pengaduan tersebut.

Selaku pimpinan, Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny.Helena Uruilal,S.Pd, juga tidak dapat memberikan contoh teladan yang baik, sebab yang bersangkutan tidak mampu membedakan manakah persoalan yang mesti diproses secara pribadi dan manakah persoalan yang boleh dibuka didpan khalayak umum.

" yang bersangkutan (Kepsek Red) seringkali melakukan pembunuhan karakter seseorang baik Guru, Pegawai, dan Tenaga Honorer. ketika ada yang melakukan kesalahan, tidak pernah beliau bina dengan baik secara pribadi atau bahkan mekanisme layaknya pimpinan dan bawahan, akan tetapi segala sesuatu dibuka didepan umum tanpa memperhatikan situasi dan tempat atau bahkan tingkat Physikologi seseorang bahkan yang bersangkutan senang sekali melakukan tindakan adu domba antara kami dengan pihak diluar sekolah. seperti contoh peristiwa yang dialami oleh Ny.Hesina Latupeirissa,S.Pd, yang pada akhirnya guru tersebut harus dimutasikan",demikian kutikan laporan pengaduan oleh dewan guru.

hal lain yang juga tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin (Kepala sekolah), adalah bahwa Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar Ny.Helena Uruilal,S.Pd,kemudian memberikan kewenangan kepada suaminya juga Hermanus Sopacua untuk turut mencampuri hal-hal yang menjadi kepentingan sekolah, padahal hal itu mestinya menjadi tanggung jawab internal sekolah saja. akan tetapi karena kewenangan yang kebablasan inilah sehingga Hermanus Sopacua (suami Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar) dengan tidak segan-segan menhgintervensi apa yang ada didalam lingkugan sekolah.

" Hermanus Sopacua seringkali memgintimidasi warga sekolah, apabila keinginannya tidak dipenuhi, bahkan tak segan-segan yang bersangkutan (Hermanus Sopacua Red) merusak fasilitas sekolah, dengan membakar atau membanting hingga hancur. misalnya bangku dan perabotan makan minum para Guru,Pegawai dan tenaga Honorer dihancurkan oleh Harmanus Sopacua, apabila keinginannya tidak didapatkan. tidak sampai disitu saja sepak terjang Suami dari Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar ini, yang bersangkutan sering kali membunuh karakter para Guru dan pegawai dengan ancaman akan menelphone Walikota Ambon dan Kadis Pendidikan Kota Ambon, agar para guru yang tidak menuruti keinginannya dimutasi dari sekolah itu", demikian kutipan laproran pengadvan para dewan Guru kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon.

Oleh sebab itu apa yang telah terjadi seperti penjelasan yang kami sampaikan tersebut, sungguh sangat mengganggu akan kelancaran belajar mengajar dan kinerja sekolah menjadi sangat terganggu dan tidak berjalan maksimal, bahkan pihak komite sekolah dan orang tua murid juga selalu mempertanyakan apa yang menjadi sepak terjang Kepsek SD Negeri 2 Hatiwe Besar dan suaminya (Hermanus Sopacua Red).

" olehnya kami mengharapakan adanya tindakan dan langkah tegas dari Bapak Walikota Ambon dan kepala dinas pendidikan Kota Ambon, agar persoalan ini dapat terselesaikan dan juga kami dapat menjalankan amanat Negara dengan baik dalam hal mendidik dan memanusiakan generasi penerus bangsa yang ada dilembaga pendidikan SD Negeri 2 Hatiwe Besar ini". demikian kutikapan harapan dari surat pengaduan dan pelaporan yang dilayangkan oleh dewan guru kepada pihak Dinas Pendidikan Kota Ambon. (BN-08)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Kepsek Berperilaku Layaknya Preman, Dewan Guru Minta Kepsek SD N.2 Hatiwe Besar Diganti Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar