Jumat, 08 November 2019

Lapalelo: Pisahnya Keliobas dan Alkatiri Itu Hal Biasa Dalam Politik

Seram Bagian Timur, Bedahnusantara.com: Fakta terkait berpisahnya pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupeten Seram Bagian Timur (SBT) Mukti Keliobas dan Fahri Husni Alkatiri kian berembus kencang.
Edison Lapalelo

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, terungkap fakta bahwa pada Pilkada 2020 mendatang, pasangan dengan jargon MUFAKAT ini, ternyata tidak akan lagi menjadi satu paket akan tetapi telah mengambil jalan masing-masing dan menjadi rifal pada perhelatan Pilkada SBT 2020 nanti.
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik  Edison Lapalello mengungkapkan, berpisahnya pasangan Mukti Keliobas dengan Fahri Husni Alkatiri adalah hal yang biasa saja dalam dinamika berpolitik.
" Justru berpisahnya  pasangan MUFAKAT ini akan semakin membuat perhelatan Pilkada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akan semakin menarik untuk diikuti prosesnya" Ungkap Lapalelo.
 Edison Lapalello yang juga Direktur Wilayah Timur Lembaga Survey Parameter Research dan Consultant ini menerangkan, secara pribadi kedua pasangan ini awalnya ber MUFAKAT secara bersama untuk membangun SBT dalam jangka waktu lima tahun. Akan tetapi jika kini keduanya berpisah maka hal itu bukan sesuatu yang luar biasa, sebab dalam perhelatan politik dinamika ini adalah hal yang biasaterjadi.

" Kedua tokoh ini memang memiliki gayanya sendiri dalam berpolitik, bahkan dalam masa menjelang Pilkada SBT 2020 nanti, kedua kandidat ini telah menunjukan gaya berpolitiknya dengan cara yang berbeda,"Ujarnya.

Berbagai kalangan menurutnya, memiliki pendapat bahwa Mukti Keliobas seakan tidak bergerak dalam menjaring dukungan dan hal -hal bertalian dengan suksesinya sebagai Calon Bupati 2020 mendatang.

" Akan tetapi berdasarkan hasil pemantauan kami ternyata, pihak Mukti Keliobas telah bergerak dalam dinamika tersendiri demi menjaring dukungan. Bahwa memang tidak dapat dipungkiri, pergerakan dari seorang Fahri Alkatiri terlihat lebih giat dalam menjaring dukungan masyarakat serta partai politik. Guna mencapai posisi sebagai Bupati SBT mendatang, ketika hari ini dirinya (Alkatiri Red) telah memutuskan menjadi rifal dari seorang Mukti Keliobas,"Jelasya.

Terkait tendensi yang timbul dari sikap Alkatri kepada Keliobas, bagi saya hal itu adalah dinamika yang lumrah dalam politik.

" kalau ada tendensi bahwa, adanya pembukaan fakta ini dan itu terkait kinerja dan hasil kerja dari lawan poltik, bagi saya itu biasa terjadi, sebab jika kita dalam satu kepentingan yang sama. Maka keburukan pun akan diabaikan dan dibuat seolah tidak ada keburukan apapun. Akan tetapi jika kita berada pada posisi sebagai rifal maka, semua hal akan terbalik juga, yang baik sekalipun akan diaggap tidak baik," terang Lapalelo.

Dia menambahkan, bedasarkan hasil temuan kami bahwa, Polarisasi pemilih di Kabupaten SBT memang masih berada pada sekmentasi kultur dan simbolisasi ketokohan yang simetris dengan pilihan publik atau masyarakat.

Hal yang perlu menjadi perhatian lain tambahnya, yakni soal Elektoral kandidat, yang mana fokus masyarakat tidak bisa hanya kepada pribadi Mukti Keliobas dan Fahri Alkatiri, sebab ternyata banyak juga figur-figur lain di SBT yang memiliki Elektoral yang tidak dapat dipandang sebelah mata Seperti Ibu Sity dan juga Abdulah Vanat, serta banyak tokoh muda lainnya yang hari ini memiliki tingkat Elektoral yang baik di masyarakat.

" Hal terkait ketokohan mulai menjadi perbincangan dikalangan masyarakat SBT terkhususnya kalangan pemuda. Sentimen terkait perjuagan pemekaran dan pembangunan SBT, serta porsi-porsi yang terbentuk dalam kebersamaan kini mulai diangkat dan disentil oleh kalangan generasi muda SBT yang menyebut diri dengan Anak Seram Timur. Sehingga hal ini memberi pesan politik bahwa, fokus kita jangan hanya perpaut kepada Keliobas dan Alkatiri. Akan tetapi para tokoh lainnya juga perlu diperhitungkan," Ujar Lapalelo.

Sehingga tambahnya, dengan memperhatikan gejala politik ini maka, dapat dipastikan oleh kami bahwa Poltik di SBT pada Tahun 2020 mendatang akan memasuki proses pertarungan yang luar biasa.  

" dan dengan memperahtikan dinamika serta hasil temuan lewat gejala poltik yang ada maka kami berpendapat bahwa peluang kemenangan dari setiap pasangan calon ada dalam tataran seimbang," Tutup Lapalelo. (BN-08)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Lapalelo: Pisahnya Keliobas dan Alkatiri Itu Hal Biasa Dalam Politik Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar