Selasa, 03 Desember 2019

Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku Naik 0,05 Persen

Maluku,Bedahnusantara.com: Nilai tukar petani Provinsi Maluku pada November 2019 adalah sebesar 100,27 atau naik sebesar 0,05 persen dibandingkan Oktober 2019 yang tercatat sebesar 100,22. Hal ini karena Ib mengalami penurunan sebesar 0,37 persen, lebih dalam dari penurunan It yang tercatat sebesar 0,32 persen. 
Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku Naik 0,05 Persen

Dumang Hutauruk selaku Kepala BPS Provinsi Maluku menjelaskan 2 subsektor mengalami peningkatan NTP : subsektor hortikultura sebesar 2,21 persen dan subsektor peternakan sebesar 0,98 persen. Sedangkan 3 subsektor lainnya mengalami penurunan NTP : subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,71 persen, subsektor perikanan sebesar 1,23 persen, yang disumbangkan oleh penurunan kelompok perikanan tangkap sebesar 1,41 persen dan kelompok perikanan budidaya sebesar 0,27 persen, serta subsektor tanaman pangan sebesar 0,17 persen. 

"Komoditas pertanian yang mengalami kenaikan harga tingkat petani/penyumbang terbesar peningkatan It: hortikultura: cabai rawit, mangga, tomat, cabai merah, jeruk, ketimun, pepaya, terung panjang, petsai/sawi, dan pisang; dan peternakan: kerbau, babi, kuda, ayam buras, dan telur ayam ras," Jelas Dumang Kepada Awak Media di Aula Kantor BPS Provinsi Maluku, Senin (2/12/2019).

Dumang mengatakan Provinsi Maluku mengalami deflasi perdesaan pada November 2019 sebesar -0,48 persen, urutan ke-33 dari 33 Provinsi seluruh Indonesia. Deflasi terjadi hanya pada 1 kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bajan makanan sebesar -0,591 persen. Untuk keenam kelompok pengeluaran lainnya mengalami peningkatan inflasi yang bervariasi: peningkatan tertinggi tercatat pada kelompok perumahan sebesar 0,061 persen, kelompok makanan jadi, minumam, rokok dan tembakau sebesar 0,032 persen, kelompok sandang sebesar 0,009 persen, kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,006, kelompok kesehatan sebesar 0,003 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,001 persen. 

"10 komoditas dengan andil terbesar terhadap deflasi perdesaan Maluku November 2019: ikan layang, ikan cakalang, ikan tongkol, cabai rawit, kangkung, ketela pohon, ikan selar, kacang panjang, jeruk, dan ikan cakalang asap," Kata Dumang.

Dumang mengungkapkan Komoditas dengan andil terbesar terhadap peningkatan indeks BPPBM pada November 2019 adalah bensin, solar, bibit kerbau, bibit padi, dan umbi-umbian (ketela pohon/rambat). 

"NTUP Maluku November 2019: 124,28 turun 0,42 persen dibanding Oktober 2019. NTUP subsektor tanaman hortikultura masih pada posisi tertinggi dengan capaian sebesar 143,98 naik 1,89 persen dibanding Oktober 2019," ungkap Dumang.(BN-04)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Nilai Tukar Petani Provinsi Maluku Naik 0,05 Persen Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar