Jumat, 07 Februari 2020

Ingin Berantas Stunting dan Gisi Buruk, Widya Ismail Sambangi Wilayah Terisolir

Maluku, Bedahnusantara.com: Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi stunting di Maluku mencapai angka 34 persen. Kondisi ini menjadikan Maluku termasuk daerah rawan dengan tingkat stunting yang tinggi, setelah Nusa Tenggara Timur. SBT termasuk daerah dengan kasus stunting dan gizi buruk yang tinggi di Maluku.
Ingin Berantas Stunting dan Gisi Buruk,
Widya Ismail Sambangi Wilayah Terisolir


Tingginya angka kemiskinan merupakan akar permasalahan kesehatan dan gizi di Maluku. Tempat tinggal yang tidak sehat, masalah perilaku, kesadaran dan inisiatif hidup sehat yang rendah, akses terhadap pelayanan kesehatan juga rendah, semakin memperburuk kualitas kesehatan masyarakat.

Sejak menjalankan kewajibannya sebagai Duta Parenting, Widya lebih memilih turun langsung ke locus stunting. 

Ia ingin menjumpai anak-anak stunting, serta ibu-ibu hamil dan menyusui. Selain membawa bantuan, dia ingin langsung mengajak mereka untuk hidup sehat dan memperhatikan gizi seimbang dengan memanfaatkan potensi protein yang bisa diperoleh di sekitar mereka.

Sejak 2019, pilihannya selalu memilih daerah terjauh, terpencil, dan jarang terjamah. Di Seram Bagian Barat dia pergi ke Desa Kawah, di Kepulauan Aru dia harus menyeberangi lautan untuk bisa sampai ke Desa Wakua. Terakhir di Maluku Tengah, dia kunjungi Desa Mosso dan Desa Piliana di inklave Taman Nasional Manusela.

Pihak Dinkes dan OPD teknis yang mendampinginya kerap kesulitan, karena istri orang nomor satu di Maluku itu selalu bersemangat, bila membahas dimana lagi lokasi yang akan dia datangi. Pilihannya selalu daerah yang jauh dan terpencil.

Untuk tahun 2020, Widya berencana turun ke SBT, Maluku Tenggara, dan Maluku Barat Daya. Programnya untuk melihat langsung anak-anak stunting di SBT, akhirnya disepakati di Desa Kufar di Kecamatan Tutuktolu, dan Desa Kilbon di Kecamatan Kilmuri. 

Kunjungan ke SBT rencananya pada 11 Februari 2020, menumpangi pesawat terbang menuju bandara Kufar. Dari bandara, tim langsung berkunjung ke Desa Kufar, salah satu locus stunting yang tinggi di SBT. 

Temuan kasus stunting di desa ini sebanyak 52 anak mengidap stunting. Dari Kufar, perjalanan dilanjutkan sekitar dua jam menuju Bula. Jadwalnya sebelum bermalam, Widya akan menghadiri dan membuka sejumlah kegiatan di ibukota kabupaten tersebut. 

Perjalanan hari kedua pada 12 Februari 2020, paginya rombongan menuju Pelabuhan Laut di Desa Air Kasar, Tutuktolu, dimana KM Siwalima milik Pemda Maluku akan menunggu di sana. 

Perjalanan dilanjutkan dengan kapal laut sekira empat jam menuju Kilbon. Salah satu desa di Kilmuri ini dipilih karena laporan pemda setempat, ada satu kasus stunting di desa itu. Dari 14 desa yang ada di Kecamatan Kilmuri, sesuai data pemda hanya ada kasus stunting di Kilbon dan Selor.

"Semoga perjalanan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, karena semua OPD dilibatkan untuk turun langsung membawa program mereka masing-masing," ungkap Widya.(BN-04)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ingin Berantas Stunting dan Gisi Buruk, Widya Ismail Sambangi Wilayah Terisolir Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar