Kamis, 06 Februari 2020

Proyek Blok Marsela Terhambat Masalah Lahan

Maluku,Bedahnusantara.com: Lahan untuk pembangunan fasilitas proyek minyak dan gas bumi (migas) Blok Masela di Tanimbar Selatan meningkat,Jika awalnya hanya dibutuhkan sebanyak 600 hektare, kini untuk menggarap proyek tersebut butuh lahan seluas 1.500 hektare.
Proyek Blok Marsela Terhambat Masalah Lahan

Kepada awak media,Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon mengatakan ada beberapa kendala utama yang dianggap sebagai tantangan yang harus diselesaikan segera. 

Yang pertama tentang status tanah, status lahan untuk pembangunan fasilitas LNG untuk pembangunan blok masela ini oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian kehutanan dan Lingkungan menetapkannya masuk dalam kawasan hutan.

"Sementara kenyataannya di lapangan itu masyarakat punya tanah, hak wilayah. sehingga hari ini ada pekerjaan survei disana ada mengalami kendala karena oleh kontraktor mengatakan itu tanah negara jadi tidak perlu minta ijin kepada masyarakat pemilik hak wilayah. Padahal masyarakat pemilik hal wilayah juga memiliki kebun kebun dan itu warisan dari leluhur,"Kata Fatlolon, kepada awak media usai menjadi pembicara di Kongres PMKRI di Gedung Xaverius Ambon, Kamis (6/2/2020).

Menurut Fatlolon, pada prinsipnya masyarakat mendukung, tidak satupun masyarakat menolak atau menghambat tetapi perlu ada kejelasan tentang status tanah ini.

Lanjutnya, Karena sejak leluhur kita tanah di Tanimbar itu adalah tanah adat yang dikuasai oleh masyarakat. Sementara dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan menetapkan kawasan itu adalah kawasan hutan. 

"Karena masih berbeda, sehingga saya harus melapor kepada bapak gubernur dan meminta arahan untuk menyikapi lebih lanjut ke kementerian terkait. Karena De Facto masyarakat memiliki, De Facto masyarakat,"Tutur Fatlolon.

Fatlolon menjelaskan pada prinsipnya pemerintah daerah akan memfasilitasi untuk tidak boleh menghambat. 

"beberapa hari lalu, saya sudah rapat dengan masyarakat, inpex dan pemangku kepentingan adat disana semua sudah sepakat untuk mendukung pelaksanaan survei yang saat ini blok masela lakukan, sehingga apa yang inpex lakukan tidak boleh ada yang menghambat,"Jelas Fatlolon.

"Gubernur juga telah memerintahkan saya, memastikan jangan ada yang menghambat blok masela. Ini hanya untuk blok masela."tegas Fatlolon.

Fatlolon mengungkapkan pemantapan pemangku tenaga kerja, mungkin akan segera dilakukan. Kalau tidak nasib sebagai anak daerah sendiri juga akan terlambat seperti PT. freeport, karena menurut data yang terlihat hanya 40% orang papua yang bekerja di freeport selama puluhan tahun, dan 60% dari nusantara.

"Jadi kita tidak akan mengulangi hal yang sama, karena itu saya akan memohon kepada pemerintah provinsi supaya bantu kabupaten kepulauan tanimbar untuk penyiapan tenaga kerja khususnya dibidang migas,"ucapnya Sembari memohon.

Fatlolon menambahkan tentang kontraktor lokal dari Ambon maupun Saumlaki. Dirinya menilai para kontraktor lokal ini belum bisa menyesuaikan dengan syarat-syarat sebagaimana ditetapkan sebagai PTK No. 07, yang mana syaratnya sangat berat untuk kontraktor lokal bisa terlibat langsung dalam berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan blok masela. 

"Karena itu perlu campur tangan SKK Migas untuk bagaimana kita membina kontraktor kontraktor di Maluku, supaya nanti mereka bisa siap menghadapi semua proses lelang yang dilakukan oleh inpex selaku kontraktor pelaksana blok masela,"Tambah Fatlolon.(BN-04)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Proyek Blok Marsela Terhambat Masalah Lahan Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar