Jumat, 26 Juni 2020

Didorong Mosi Tidak Percaya Kepada Pemerintah, Ratusan Warga Rebut Paksa Jenasah Covid-19

Ambon, Bedahnusantara.com: Ratusan warga kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Negeri Batu Merah Kota Ambon, melakukan aksi penghadangan ambulance yang diduga membawa salah satu jenazah yang telah terkonfirmasi Covid-19, Jumat (26/6).
Didorong Mosi Tidak Percaya Kepada Pemerintah,
Ratusan Warga Rebut Paksa Jenasah Covid-19


Tak hanya melakukan penghadangan, aksi masa ini juga dilanjutkan dengan tindakan pengambilan secara paksa jenazah pasien yang terkonfirmasi Positif Covid-19 tersebut.

Disinyalir tindakan ratusan warga masyarakat Negeri Batu Merah tersebut, didorong oleh mosi ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah baik Kota maupun Provinsi Maluku, dalam menuntaskan persoalan Covid-19 di Maluku dan Kota Ambon.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang menjelaskan, pencegatan itu dilakukan terhadap jenazah pasien Kasus 577: “HK”, Laki-Laki, 58 tahun, asal Kabupaten Maluku Tengah telah dirawat di RSUD Haulussy Ambon dan meninggal dunia pada pukul 08.00 WIT.

Kasrul menjelaskan ketika pasien meninggal pihak keluarga hendak meminta untuk pasien dimakamkan di tempat kelahirannya di Maluku Tengah. Tetapi Tim Gugus Tugas telah memberikan edukasi kepada pihak keluarga, namun dari pihak keluarga meminta melakukan swab melalui Test Cepat Mollecoluer (TCM) sekali lagi dan dari hasil swab tersebut almarhum dinyatakan positif.

"Setelah melakukan TCM dan mendapat hasil positif keluarga telah mengikhlaskan untuk dilakukan pemulasaran dan dimakamkan secara Protab Covid-19 di Desa Hunuth. Namun ketika mau dilakukan pemakaman secara protab, pada saat iring-iringan mobil jenasah muncul, mobil tersebut dicegat olrh masa di jalan Jenderal Sudirman Batumerah dan disanalah terjadi perebutan peti jenasah tersebut dengan petugas,"Ungkap Kasrul.

Kasrul mengungkapkan masa yang mencegat cukup banyak dan diluar kendali petugas yang mengawal, setelah dilakukan negoisasi pada keluarga dan keluarga tetap berpegang teguh maka pasien akan dimakamkan pada lokasi keluarga

"Setelah melakukan negosiasi dengan keluarga dan tidak ada keberatan masyarakat maka pemakaman bisa dilakukan ditempat yang sudah disediakan keluarga. Kemudian menjelang magrib pemakaman dilaksanakan di kampung wara karena masyarakat tidak keberatan namun dilaksanakan secara protab,"Kata Kasrul.

Kasrul mengatakan dari peristiwa ini Gugus Tugas sangat menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi dan hal ini perlu dievaluasi lagi.

"Kami berharap kejadian ini yang terakhir kali terjadi. Karena pelaksanaan Protokol Covid ini demi kepentingan banyak orang sehingga terjadi penularan kepada yang lain,"harap Kasrul.(BN-04)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Didorong Mosi Tidak Percaya Kepada Pemerintah, Ratusan Warga Rebut Paksa Jenasah Covid-19 Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar
loading...