Minggu, 21 Juni 2020

Diduga Korupsi Dana DD dan ADD, Penjabat Desa Wakolo Dilaporkan Kepolisi

SBB,Bedahnusantara.com: Seiring meningkatnya jumlah anggaran dana desa(DD)dan alokasi dana desa(ADD) yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
Diduga Korupsi Dana DD dan ADD, Penjabat Desa Wakolo Dilaporkan Kepolisi

Sejumlah harapan terpatri dalam besaran bantuan dana tersebut, akan tetapi apa yang diharapkan oleh pemerintah dalam hal kesejahteraan masyarakat belumlah dapat terwujud. 

Sebab fakta yang ada dilapangan ialah selalu saja terjadi perselisihan dan keresahan antara masyarakat terkait pengelolaannya oleh pemerintah negeri/Desa.

Hal ini dapat kita lihat dan ketahui baik dari media cetak, media elektronik bahkan juga terungkap lewat berbagai postingan pada media sosial seperti salah contohnya Media Face Book(FB).

Beberapa waktu lalu pejabat desa wakolo,kecamatan taniwel kabupaten seram bagian barat(SBB), disinyalir telah melakukan tindakan yang merugikan desa. Olehnya mantan Raja desa wakolo, Triani Kolly kemudian  melaporkannya kepada pihak yang berwajib dengan alasan bahwa pejabat tidak becus sebagai pemimpin di desa.

Kepada Media ini, Triani Kolly menuturkan, pejabat wakolo jhonadab kabaressy atau yang biasa disebut(jhon) ini, diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan anggaran dana desa dan alokasi dana desa(DD dan ADD)tahun 2019 tahap kedua dan tahap terakhir. Dan diperkirakan anggaran tersebut sebesar 700juta lebih sesuai data-data yang saya rampung," Ungkapnya.

" Jhonadab Kabaressy ini, dia kerjanya hanya menghambur-hamburkan uang masyarakat untuk kepentingan peribadi ketimbang kebutuhan masyarakat, bahkan dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar kurang lebih 700 Juta, entah digunakan untuk apa hingga hari ini tidak ada kejelasannya," Terangnya.

Padahal lanjutnya, adanya penyaluran DD dan ADD dari pemerintah itu,untuk mengembangkan infra struktur pembangunan desa dan untuk kesejahteraan masyarakat desa"bukan untuk kesejahteraan para pemimpin desa maupun staf desa".jelasnya

" Dari sejumlah uang atau anggaran tersebut telah di pilah-pilah, bahkan semua kegiatan yang telah diatur dalam rancangan APBDES, hampir semua program APBDes tidak dilakukan oleh pejabat dan tidak tau anggarannya kemana," Paparnya.

Berdasarkan data yang diterima media ini, sejumlah program tidak diketahui jumlah total anggaran yang dikelola oleh pejabat, diantaranya; bantuan rumah layak huni berupa semen 1.542 sak, senk 1.327 lembar,tripleks 1000lembar,kayu 15kubik,brangkas seharga 15juta,bantuan perbengkelan 37juta dan anggaran Bimtek bagi aparatur desa.

Selain itu untuk mata anggaran yang terlihat nilainya masing-masing seperti; bantuan kelompok tani 110juta,jaringan internet 30juta,biayai PKK 10juta,gaji operator 3juta,clening servis 6juta,kader posyandu 4juta,pengadaan alat kesehatan 5juta dan pembangungan pagar desa sebesar 151juta dan juga biaya takterduga 5juta rupiah semuanya tidak direalisasikan oleh pejabat.

Untuk itu kami selaku masyarakat wakolo sangat merasa dirugikan oleh pejabat desa yang dalam sikap dan tindakan serta perbuatannya yang tidak bertanggung jawab ini," kok bisa pejabat dengan seenaknya melakukan hal yang sangat merugikan kami masyarakat didesa," Tuturnya.

Kolly menegaskan dirinya sangat berharap agar suaranya yang mewakili suara masyarakat, dapat dipublikasikan oleh media ini, dan bahwa sesuai semua laporan dan berkas(data) dari terduga pejabat yang telah kami laporkan, kiranya dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait seperti; polsek,kejaksaan,inspektorat,kadis pemdes,bupati SBB,KPK,Polda maluku dan tembusan Gubernur". Tutupnya (BN-06)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Diduga Korupsi Dana DD dan ADD, Penjabat Desa Wakolo Dilaporkan Kepolisi Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar
loading...