Kamis, 25 Juni 2020

Lapalelo: Presiden Jangan Terburu-Buru Melakukan Perombakan (reshuffle) Kabinet

Jakarta, Bedahnusantara.com: Wacana perombakan Kabinet Indonesia Maju mendadak muncul usai adanya evaluasi 100 hari kerja Presiden Joko Widodo.
Lapalelo: Presiden Jangan Terburu-Buru Malakukan Perombakan (reshuffle) Kabinet


Kabar terkait akan adanya resafel (reshuffle) kabinet ini diawali dari cuitan salah satu pendukung Jokowi, yang bernama Dede Budhyarto, pada akun Twitter pribadinya @ kangdede78.

Pada Twitternya tersebut Dede mengungkapkan cuitan yang berisi tentang pertemuannya selaku pegiat media sosial dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor. Yang mana menurutnya akan ada perombakan kabinet dalam waktu dekat. 

" Pengin cerita hasil pertemuan dengan Presiden @ jokowi , eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel (reshuffle) tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya endak bagus kalian bakalan dicukupkan ," kata Dede melalui cuitannya tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, pihak istana melalui Tenaga Ahli Utama di Kedeputian Komunikasi KSP, Donny Gahral Adian mengungkapkan, terkait akan adanya perombakan (reshuffle) kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin mungkin saja terjadi. 

"Ya seperti yang kita lihat pada periode pertama ada reshuffle. Sehingga pada periode kedua ini tidak tertutup kemungkinan hal akan bisa terjadi. Akan tetapi kita tidak bisa mendahului, olehnya bahwa Presiden akan me-reshuffle, saya kira Presiden pasti sedang melakukan penilaian, evaluasi," ujar Donny

Disisi lain partai pendukung Pemerintah yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku mendukung apapun keputusan presiden Joko Widodo berkenaan dengan isu reshuffle kabinet Indonesia Maju.

Menyikapi santernya wacana perombakan (reshuffle) kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini, Peneliti sekaligus pegamat Politik Edison Lalapelo dari Parameter Research dan Consultant ketika dimintai pandangannya mengungkapkan; Saya berpendapat dan meminta kepada Bapak Presiden Jokowidodo untuk jangan terburu-buru melakukan perombakan ( reshuffle) kabinet.

Walaupun berdasarkan hasil pengamatan kami, memang benar ada menteri yang kerjanya memble (lambat), akan tetapi sampai hari ini secara umum masyarakat masih dapat menerima hal tersebut dikarenakan oleh faktor pandemi Covid-19.

Disamping itu lanjut Lapalelo, kita juga mengetahui bahwa para menteri ini barulah dilantik selama kurang lebih empat bulan lalu, dan tak lama berselang timbulah wabah corona virus (Covid-19) yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Sehingga hal itu kemudian menghancurkan berbagai sendi-sendi kehidupan yang ada di Masyarakat, Pemerintahan, Keamanan, Kesehatan, pendidikan juga ekonomi.

Hal yang mesti diperhatikan selanjutnya adalah terkait penganggaran atau keuangan. " sebab kita tahu bersama dari segi anggaran atau pembiyayaan untuk implementasi program, sebagian besar difokuskan guna penanganan dan penyelesaian masalah Covid-19. sehingga hal ini tentunya akan juga berpengaruh terhadap kinerja para menteri. Meskipun dari hasil pantauan kami, ada juga menteri yang tetap baik bahkan meningkat kinerjanya walau dalam masa pendemi Covid-19.

Olehnya kami berharap agar Pak Presiden dapat memberikan toleransi dan waktu selama beberapa bulan kedepan guna para menteri ini dapat menunjukan etos kerjanya, disamping tetap ada langkah penilaian atau Evaluasi oleh Presiden.

Akan tetapi kalau memang berdasarkan pertimbagan Pak Presiden bahwa harus ada perombakan (reshuffle) kabinet, maka itu merupakan hak prerogatif seorang Presiden untuk melakukan Evaluasi dan mengganti jajaran kabinetnya.

" Jika kemudian tetap terjadi perombakan (reshuffle) kabinet, maka saya ingin memberi pesan kepada Pak Presiden, agar nantinya dalam melakukan penyusunan kabinet yang baru, dapat lebih bijaksana dan mulai memperhatikan terkait keterwakilan Partai Politik, Keterwakilan Daerah, Keterwakilan Profesional dan bahkan Keterwakilan Team Sukses yang selama ini bekerja keras guna mensukseskan bapak sebagai Presiden,"

Namun,lanjutnya, terkait keterwakilan yang mesti diperhatikan oleh Pak Presiden itu harus bermuara pada aspek Profesionalitas. "Sebab sekalipun itu merupakan usulan dari Pertai Politik, atau Daerah dan Team Sukses sekalipun, semua mesti berimplikasi kepada Profesionalitas. Agar kedepannya kinerja mereka dapat menunjang dan mendukung apa yang menjadi Visi-Misi Presiden," Ungkap Peneliti berdarah Maluku ini.

Ketika disinggung apakah senang jika ada orang Maluku masuk dalam Kabinet Indonesia Maju, Lapalelo mengungkapkan; Jika hal itu terjadi tentunya sebagai orang Maluku saya pasti senang dan bangga sebab ada unsur keterwakilan dalam Kabinet Pa Joko Widodo.

Akan tetapi tambahnya, saya kemudian menjadi tidak senang dan bahkan malu jika kemudian orang yang diusulkan dari aspek keterwakilan orang Maluku dalam Kabinet Indonesia Maju, adalah orang yang tidak Profesional.

" Saya kira apapun aspek yang nantinya diakomodir atau ditelaah oleh Pak Presiden, baik itu unsur parpol, keterwakilan daerah atau wilayah, milenial dan team sukses, mesti diperhatikan aspek Profesionalitasnya. Bahkan bila perlu Pak Jokowi melakukan sebuah pola perengkingan dan skala prioritas dalam tahapan perombakan (reshuffle) kabinet nantinya, akan tetapi tetap bermuara pada aspek Profesionalitas," Terangnya.

Yang paling terakhir adalah, terlepas dari wacana perombakan (reshuffle) kabinet ini, bila ternyata Pak Presiden menemukan adanya Menteri yang teryata telah atau sedang bermasalah dengan hukum, (sedang diperiksa oleh kejaksaan, atau KPK) maka bagi kami Pak Presiden mesti melakukan Resafel (reshuffle) terhadap yang bersangkutan.

" kalau ada menteri yang didapati telah atau sedang terlibat masalah hukum, saya kira tidak perlu menunggu status hukum tetap lagi, yang bersangkutan mesti harus segera di resafel (reshuffle). Hal ini masti dilakukan agar yang bersangkutan tidak kemudian menggunakan kapasitas dan jabatannya untuk melindungi dirinya dari proses atau penegakan hukum," Tandas Lapalelo. (BN-07)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Lapalelo: Presiden Jangan Terburu-Buru Melakukan Perombakan (reshuffle) Kabinet Rating: 5 Reviewed By: bedahnusantar
loading...