Ratusan Mahasiswa GMNI Demo Tolak UU Omnibus Law

Ratusan Mahasiswa GMNI Demo Tolak UU Omnibus Law

Kamis, 15 Oktober 2020,

Maluku,Bedahnusantara.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)  Cabang Ambon menggelar aksi demo menolak Omnibus Law yang berlangsung di depan pintu masuk kantor Gubernur Maluku, Kamis (15/10/20).

Aksi demo yang dikoordinir Rudi Rumagia datang untuk menuntut Pemerintah Provinsi Maluku menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan Pemerintah.


"GMNI Cabang Ambon menolak dengan tegas disahkannya UU Cipta Kerja. Karena itu, mereka mendesak DPR bertanggung jawab atas adanya mosi tak percaya dari masyarakat Indonesia," ujarnya.


Dalam Aksi demo  Rumagia juga membacakan beberapa poin pernyataan sikap dari GMNI Cabang Ambon diantaranya, berbagai draft UU Cipta Kerja yang beredar di media sosial merupakan bentuk dari cacat formilnya UU Cipta Kerja berdasarkan UU Nomor 15 tahun 2019 tentang perubahan atas UU Nomor 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan.


Untuk itu, kata dia GMNI Cabang Ambon meminta, pihak DPR agar segera mengedarkan naskah asli UU Cipta Kerja yang cacat formil menjadi penyebab chaos di masyarakat.


"GMNI juga mendukung upaya hukum judicial reviuw oleh pihak manapun yang merasa bahwa UU ini bertentangan dengan hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia berdasarkan UUD 1945," paparnya.


Dia menegaskan, GMNI juga menentang media massa yang menggunakan bahasa provokatif dan menyebarkan hoax yang dapat memecah belah persatuan kehidupan bermasyarakat sehingga perlu untuk pihak DPRD Maluku menyikap hal yang sama.


”Apabila tuntutan yang telah kami paparkan tidak mendapat respon yang baik dan diabaikan, maka DPR selaku lembaga perwakilan rakyat yang menyuarakan hati nurani rakyat telah menghianati niat dan usaha kami sebagai rakyat sehingga gerakan yang lebih besar patut digaungkan di DPRD Maluku,”ungkapnya.


Setelah melakukan orasi akhirnya, Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno menemui para pendemo dengan meminta, kepada para mahasiswa sebelum melakukan orasi harus membaca dulu UU Cipta kerja.


”Apakah para pendemo sudah membaca UU Cipta Kerja, baca dulu poin perpoin, saya saja belum baca. Saya tak bisa berikan jawaban karena belum baca UU tersebut,"Tegas Orno. (BN-04)

loading...

TerPopuler