DPRD Ambon Gelar Paripurna Buka Tutup Sidang

DPRD Ambon Gelar Paripurna Buka Tutup Sidang

08 Januari 2021,

Ambon,Bedahnusantara.com:Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon menggelar rapat paripurna buka masa sidang tahun 2021 dan tutup masa sidang tahun 2020 yang berlangsung diruang rapat sidang Balai Rakyat belakang soya, Jumat (08/01/2021).



Buka tutup rapat paripurna DPRD Kota Ambon dilaksanakan secara virtual  bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono yang di dampingi ketua DPRD Kota Ambon Elly Toisutta dan Wakil Ketua DPRD Kota Am kn Gerald Mailoa.


Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan yang diraih atas kinerja seluruh aparatur pemerintah dan didukung oleh DPRD Kota Ambon maupun stakeholder dan masyarakat yang ada di kota ini.


"Pemkot dan DPRD Kota Ambon telah meraih penghargaan green leadership atau nirwasita tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI atas komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan di daerah," akuinya


Selain penghargaan nirwasita tantra, Pemkot juga berhasil meraih banyak penghargaan lainnya, namun masih diperhadapkan dengan berbagai tantangan yang tentunya menjadi catatan untuk terus benahi kota ambon di tahun 2021.


"Banyak hal yang masih harus dibenahi untuk membangun Ambon lebih baik," katanya.


Tantangan pembangunan kota terkait dengan kedudukan Ambon sebagai pusat kegiatan nasional, ibu kota provinsi dengan konsentrasi aktifitas ekonomi, sosial maupun politik memberikan dampak yang nyata bagi kemajuan maupun persoalan di Kota ini.


Disamping itu, lanjut dia, tantangan di bidang lingkungan yang menitik beratkan pada pengelolaan daerah resapan air, daerah aliran sungai, hingga daerah-daerah rawan bencana masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan. 


"Kita juga menghadapi persoalan khas perkotaan seperti kemacetan lalu lintas, pasar dan terminal, penduduk miskin, permukiman kumuh, serta masalah-masalah sosial kemasyarakatan lainnya," ujarnya.


Pada sisi lain, kita juga diperhadapkan dengan cepatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang memberikan banyak dampak baik yang positif maupun negatif.


"Dalam tantangan untuk menciptakan harmonisasi sesama anak bangsa dan masyarakat kota Ambon menjadi sentral, ditengah kemajemukan dan perbedaan karena suku, agama, ras, antar golongan maupun perbedaan politik dan membantu mengesahkan APBD untuk tahun 2021," terangnya. ( BN-03)

TerPopuler