Aksi Demonstrasi Remaja Mesjid IAIN Tidak Berijin Dan Tidak Patuhi Prokes

Aksi Demonstrasi Remaja Mesjid IAIN Tidak Berijin Dan Tidak Patuhi Prokes

15 Juli 2021,

Ambon, Bedahnusantara.com: Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Remaja Mesjid Imam Rijali, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mendatangi Kantor Walikota Ambon guna melaksanakan aksi demonstrasi.




Tidak diketahui secara pasti dari mana mulanya, akan tetapi tiba-tiba sejumlah pemuda ini langsung menyerbu depan kantor Walikota Ambon dan melakukan aksi demonstrasi, dan protes, tanpa disertai skikap ketaatan kepada Instruksi Pemerintah untuk me jalankan Protokol Kesehatan (Prokes).


Dalam aksinya para pemuda ini kemudian mencoba melakukan berbagai aksi anarkis yang berujung pada terjadinya bentrok dengan sejumlah petugas keamanan yang menjaga keamanan dilokasi Kantor Walikota Ambon.


Bahkan terlihat dengan sangat jelas banyak diantara para pemuda ini, yang menaiki pagar dan tembok Kantor Walikota Ambon, juga tidak menjaga jarak, serta menggunakan masker. Padahal keadaan Kota Ambon saat ini sedang berada pada kondisi yang berbahaya, akibat dari serangan  pandemi Covid-19 yang juga memicu angka terpapar Covid-19 dengan total kematian yang semakin meningkat. 


Belakangan ketika ditelusuri, ternyata didapati fakta bahwa aksi demonstrasi para pemuda ini sama sekali tidak memiliki ijin aksi, yang dikeluarkan langsung oleh Polresta P. Ambon dan P. P Lease. Dan terindikasi merupakan aksi titipan sejumlah elit yang ingin mengambil keuntungan dari dilaksanakannya aksi tersebut.


Hal ini terbukti pada sejumlah point tuntutan yang dilayangkan oleh para pendemo, yang sama sekali tidak berkaitan dengan Kewenangan dan tupoksi dari Pemerintah Kota Ambon. Seperti; Menolak Pelaksanaan PPKM di Maluku, Menolak Masuknya Tenaga Kerja Asing di Maluku, Menolak Surat Edaran Kemenag Maluku Soal Pelarangan Shalat Idul Adha, Kewajiban Menunjukan Kartu Vaksin Saat Beraktifitas secara Administrasi dan Birokrasi juga mengefaluasi Kinerja Rumah Sakit. 


Yang Pada kenyataannya kesemuanya itu, bukanlah menjadi kewenangan atau bagian dari tugas Pokok dan fungsi Pemerintah Kota Ambon, melainkan Pemerintah Provinsi Maluku dibawah komando Irjen.Pol.Pur. Murad Ismail.


Berdasarkan pantauan Bedahnusantara.com, aksi para pemuda ini dimulai pada pukul 12.00 WIT sampai dengan pukul 13.00 WIT. Saat tiba puluhan pemuda ini tidak diijinkan masuk ke halaman Balai kota lantaran, sementara dalam sterilisasi gedung dan pengawasan ketat oleh Satpol PP, sesuai Instruksi PPKM yang dikeluarkan oleh Pemerihtah Pusat.


Lantaran tak diijinkan masuk para pendemo ini kemudian mulai melakukan aksi anarkis dengan mendorong pagar, dan memanjat tembok kantor Walikota Ambon namun dihadang oleh anggota Satpol PP. dan para personel dari Polresta Ambon yang dipimpin Wakapolresta AKB Hery Budiantotiba di Balai Kota.


Aksi masa ini kemudian langsung dibubarkan, oleh para personel kepolisian dari Polresta Ambon, sebab banyak dari mereka (para pendemo) yang tidak menaati Prokes dan aksi mereka yang tidak mendapat Ijin dari Polresta Ambon, sehingga terjadi bentrok antara polisi dan para pemuda pelaku demonstrasi, bahkan sejumlah mahasiswa terkena pukulan polisi dan diamankan di halaman Balai Kota.


Salah satu pemuda  yang dikonfirmasi Jihad Toisuta mengatakan, Instruksi Walikota Nomor 20 tahun 2021 terkait pelaksanaan PPKM berbasis Mikro, cacat hukum.


“Jika Ambon ini sudah darurat kenapa pak Walikota tidak mengeluarkan keputusan. Ingat, instruksi itu sifatnya bukan mengikat sehingga memaksa warga dan ini adalah melawan hukum. Ini di Ambon memaksa sekali, ” tandasnya


“Kita tolak PPKM, sebab sudah sangat menyusahkan masyarakat. Instruksi yang tidak mengikat ini kita tolak. Kami akan laporkan aksi penganiayaan yang dilakukan oknum-oknum yang pukul teman-teman kami,” tegasnya


Sementara itu, Wakapolresta Ambon, AKBP Heri Budianto menyayangkan aksi yang dilakukan para pemuda IAIN ditengah pandemi Covid-19, apalagi saat ini Kota Ambon sementara jalankan PPKM pengetatan.


“PPKM inikan berlangsung di hampir seluruh kota/kabupaten di Indonesia, termasuk Ambon, seharusnya mahasiswa mendukungnya, bukan malah protes dengan aksi seperti ini,” ucap Wakapolresta kepada wartawan di Balai Kota.


Menurutnya, aksi ini dibubarkan lantaran tak telah melanggar aturan, sebab mereka tak miliki surat ijin untuk melakukan demonstrasi.


“Mereka yang lakukan demo ini tidak punya ijin, makanya kami kesini dan minta mereka untuk bubar, malahan mereka terlibat adu mulut dengan petugas,” tuturnya.


Ditanya soal terkait aksi pemukulan yang dilakukan oleh oknum-oknum polisi maupun Satpol mahasiswa yang terkadi saat aksi demo, Wakapolresta berjanji akan menindak lanjuti mereka yang diduga terlibat penganiayaan.


“Kalau mahasiswa laporkan, maka kita akan pelajari dan tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, sebab semuanya harus dilakukan secara bertahap,” pungkasnya. 


Untuk diketahui Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini, lewat Walikota Ambon Richard Louhenapessy, SH. Tidak pernah menerbitkan Instruksi Walikota bernomor 20 Tahun 2021.(BN-03)

TerPopuler