Lapalelo: Rekomendasi Golkar Hanya Intermezzo Dan Belum Final

Lapalelo: Rekomendasi Golkar Hanya Intermezzo Dan Belum Final

06 Oktober 2021,

Maluku, Bedahnusantara.com: Momentum event pesta demokrasi (perhelatan politik) lima tahunan di Maluku masih sangat jauh, bahkan kalender politik juga belum menunjukan akan adanya agenda kontestasi politik.

Edison Lapalelo (Pengamat Politik)
Direktur 
 Parameter Research Consultan


Akan tetapi sejumlah event politik secara kepartaian yang terjadi di Maluku, seolah telah memberi pesan bahwa pesta demokrasi ini sudah sagat dekat.


Salah satu diantaranya adalah event politik partai Golkar Maluku, lewat momentum Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda)dan Rapat Keoordinasi Daerah (Rakorda) yang berlangsung pada beberapa waktu lalu.


Yang mana dalam event tersebut, partai Golkar sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia dan di Maluku ini, kemudian telah melahirkan sebuah rekomendasi terkait enam (06) orang vigur yang akan diusung sebagai calon yang akan maju pada Pilkada Maluku 2024 nanti.


Keenam orang vigur tersebut diantaranya, Febry Calvin Tetelepta (FCT), Letnan Jenderal TNI Jeffry Apoly Rahawarin, Ramly Umasugy, Mukti Keliobas, Hamza Sangadji, dan Ir. Said Assagaf.


Hal tersebut tak pelak melahirkan sejumlah tanggapan dan respon dari berbagai kalangan tidak terkecuali dari partai politik yang juga berkeinginan untuk memenangkan Pilkada Maluku 2024 mendatang. Salah satunya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).


Dalam penegasan sejumlah kadernya, PDI-P menyatakan bahwa akan memenangkan kembali kontestasi Pilkada Maluku 2024 mendatang, walauppun nantinya akan ada perang bintang diantara kedua partai terbesar di Indonesia dan di Maluku ini.


Menyikapi dinamika yang ada, pengamat politik yang juga direktur Lembaga Parameter Research Consultan, Edison Lapalelo menyatakan bahwa; "Apa yang dilakukan oleh Partai Golkar Maluku adalah bentuk semangat untuk kembali menyatukan visi dan misi guna merebut kemenangan, dan hal itu tidak lain dan tidak bukan hanya sebegai bentuk sebuah Intermezzo, yang tidak bersifat Final,".


Menurutnya, Penegasan para kader PDI-P tidaklah salah sebab hal tersebut dilandaskan pada pengalaman yang lampau, dimana dalam Pilkada Maluku 2019 yang lalu, Incumbent dari partai Golkar akhirnya harus tumbang ditangan kader atau kandidat yang diusung oleh partai PDI-P.


Lapalelo menyatakan, hal ini berarti bahwa dalam kontestasi Pilkada tidak selamanya Incumbent akan selalu menang. Sebab faktanya ketika Pilkada 2019 yang lalu Incumbent dari Partai Golkar Ir. Said Assagaff dikalahkan oleh Muradi Ismail dari PDI-P yang adalah pendatang baru.


Akan tetapi lanjutnya, hal yang sama juga dapat berpotensi terjadi kepada Murad Ismail yang nantinya akan menjadi Incumbent juga di Pilkada 2024. Namun yang menjadi pertanyaan apakah keenam orang yang telah direkomendasikan oleh Partai Golkar ini akan mampu mengalahkan Murad Ismail?.


" Secara jujur saya mau menyatakan bahwa keenam orang yang diusulkan oleh Partai Golkar Maluku untuk maju dalam Pilkada 2024 nanti adalah vigur-vigur yang cukup baik dan masing-masing mereka memiliki potensi, prestasi pada segmentasi mereka. Akan tetapi hal ini belumlah cukup, sebagai modal untuk mengalahkan Murad Ismail dalam perhelatan Pilkada Maluku, bila Pilkada tersebut terjadi hari ini," Jelas Lapalelo.


Oleh sebab itu lanjutnya, dibutuhkan kerja-kerja elektoral yang sangat luar biasa untuk bisa menghadapi Murad Ismail di Pilkada Maluku nanti. Dan karena itu, siapapun yang direkomendasi oleh Partai Golkar Maluku, harus punya kemampuan dan juga kerja-kerja politik dan erektoral yang luar dari biasa. 


" Sebab jikalau besok Pilkada Maluku berlangsung, sekali lagi saya mau tegaskan Murad Ismail masih tetap menang, walaupun tidak dipungkiri bahwa banyak juga cela-cela yang dimiliki oleh Murad Ismail selama masa kepemimpinannya, akan tetapi hal tersebut kemudian teratasi lewat banyaknya dukungan dan kerja-kerja partai PDI-P yang terlihat solit dan kemudian memberikan peluang dan potensi besar untuk Murad Ismail bisa menang," Tegas Lapalelo.


Tapi, kata Lapalelo, "jika Pilkada Maluku tetap terjadi di 2024 nanti, maka akan bisa ada kemungkinan untuk mengalahkan Murad Ismail, bila kerja-kerja politik dan elektoral dari partai lainnya terkhusus Golkar Maluku, dilakukan secara masif dan luar biasa, dan tetunya hal itu dibutuhkan pembenahan dalam segala aspek yang selama ini dianggap sebagai kelemahan partai dan kerja-kerja elektoral partai,".Tutupnya. (BN-08) 

TerPopuler