Yayasan Sejiwa Luncurkan Kampanye dan Program JAGOAN.

Yayasan Sejiwa Luncurkan Kampanye dan Program JAGOAN.

09 Oktober 2021,

Ambon,Bedahnusantara.com:Yayasan Sejiwa kembali meluncurkan gerakan Jauhkan Adiksi Gawai, Optimalkan Potensi Anak (JAGOAN) di Maluku, Kota Ambon pada tanggal 9 Oktober 2021.

 Yayasan Sejiwa Luncurkan Kampanye dan Program JAGOAN.


Gerakan JAGOAN ini didukung oleh Walikota Ambon Richard louhenapessy, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Jhon Sanders, Pendiri Ambon Ukulele Kids Community (AUKC), Komunitas Lebebai, Komunitas Anak Cinta Laut(ACL), psikiater, ahli neursains dan para mitra.


Pendiri Sejiwa Diena Haryana mengatakan, perlu melibatkan mitra-mitra dari berbagai wilayah di Indonesia agar berbagai potensi daerah yang merupakan 'succes stories' dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, karena JAGOAN ternyata sudah banyak dilakukan baik di sekolah sekolah maupun oleh penggiat serta anak-anak sendiri di Maluku dan hasilnya sangat luar biasa.


"Walikota Ambon Richard louhenapessy sendiri hadir dan meluncurkan gerakan ini sekaligus memperkenalkan potensi Maluku yang kaya dengan kegiatan-kegiatan anak yang penuh komitmen, konsisten dan sangat menginspirasi," ujarnya.


Ambon merupakan salah satu kota musik di dunia yang ditetapkan oleh UNESCO di tahun 2019 sejajar dengan kota musik lain seperti Sevilla (Spanyol), Hamamatsu (Jepang), Liverpool (Inggris), Idanha-a-Nova (Portugal) dan Auckland (Selandia Baru).


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Jhon Sanders mengatakan musik dapat menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda Ambon.


"Kami berkomitmen agar di sekolah anak-anak diperkenalkan musik sedini mungkin dan kurikulum musik sudah masuk untuk tingkatan SD dan SMP. anak-anak belajar alat-alat musik tradisional Maluku seperti ukulele, Tifa, seruling bambu dan rebana," ungkapnya.


Saat ini dari TK dan PAUD sedang dikembangkan kurikulum musik dengan bermusik anak-anak terpacu untuk ceria, kreatif, bahagia, bertanggung jawab, senang berkolaborasi dengan orang lain dan bersemangat.


"Musik akan bisa membangun karakter unggul anak-anak kita juga keterampilan hidup mereka," terangnya.


Sementara itu pendiri AUKC Niko Tulalessy menambahkan, musik dan dapat menjauhkan anak-anak dari adiksi gawai.


Karena itu, AUKC dibentuk dengan tujuan menyediakan kegiatan alternatif bagi anak-anak untuk mengisi waktu luang agar, tidak melulu habiskan waktu dengan bermain gadget yang dapat menyebabkan kecanduan sehingga, anak-anak diajak untuk bermusik.


"Di Maluku semua orang suka musik tapi mereka juga senang kegiatan dengan teman-teman mereka berlatih terus dengan konsisten musik membuat mereka berkembang bergembira dan tidak lekat dengan gawainya," katanya.( BN-02)

TerPopuler